Make your own free website on Tripod.com

SUARA PEMBARUAN DAILY


Lokasi Kerusuhan Di Bagansiapi-api

Tetap Dijaga Para Petugas Keamanan

Bagansiapiapi, Pekanbaru

Para petugas Polda Riau bersama instansi keamanan terkait sampai Jumat (18/9) masih menjaga sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kerusuhan dan penjarahan di Bagansiapi-api, walaupun situasi kota berangsur pulih. Kepulan asap mulai mengecil bersamaan dengan padamnya api yang membakar sekitar 500 bangunan mulai dari toko, kantor, klinik, hotel, rumah, tempat biliar sampai gedung bioskop.

Dari hasil pemantauan pada pagi ini di berbagai penjuru kota mulai terlihat kembali ramai. Banyak orang bersepeda, beca dan sepeda motor mulai bergerak di jalan-jalan utama. ''Kita harapkan, situasi semakin baik dan kegiatan perdagangan bisa normal kembali,'' ujar John Lukman, Camat Bangko yang membawahi wilayah Bagansiapiapi, kepada Pembaruan.

Ia mengungkapkan, pada Minggu (20/9) mendatang akan diadakan pertemuan antara tokoh masyarakat dengan warga etnis Tionghoa untuk membicarakan kembali kelancaran ketertiban dan keamanan di kota Bagansiapiapi. ''Tidak ada perang dan tidak ada kekacauan, yang ada hanyalah musibah yang diakibatkan kesalahpahaman,'' tuturnya.

Pertemuan itu juga akan dihadiri sejumlah pejabat dari daerah tingkat-II Kabupaten Bengkalis maupun dari Tingkat-I Provinsi Riau.

Puing Bangunan

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, di Jalan Aman terlihat puing-puing bangunan yang hangus akibat dimakan api. Di sela-selanya ditemukan guci-guci yang pecah, kaca yang berserakan, sejumlah rantai arloji yang hangus terbakar, bekas-bekas kunci besi, botol-botol minuman dan atap seng yang bertebaran.

Salah seorang korban bernama Chandra (42 tahun) saat ituberdiri di Jalan Aman di depan rumahnya yang terdiri dari tiga tingkat yang kini telah menjadi puing. ''Ini bukan terbakar, karena saya melihat api datang dari arah timur-barat-selatan dan utara menghanguskan seluruh bangunan yang ada di Jalan Aman termasuk rumah saya,'' tuturnya.

Ia mengakui, ketika peristiwa kebakaran tersebut terjadi, massa dalam jumlah besar melakukan penyerbuan sambil melakukan pembakaran. Sampai saat ini kejadian tersebut tidak dapat ia lupakan.

Menurutnya, untuk mempertahankan diri jika terjadi serangan lagi, ia bersama sejumlah anggota masyarakat keturunan Tionghoa melakukan penjagaan lingkungan.

Lokasi kebakaran yang meninggalkan puing-puing terletak antara lain di Jalan Aman, Perdagangan, Sentosa, dan Jalan Sumatra. Sampai Jumat pagi masyarakat masih meyaksikan bekas-bekas bangunan yang hangus itu. Namun para petugas keamanan tetap mela-kukan penjagaan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Sementara itu, kerugian harta benda akibat kerusuhan di Bagansiapiapi yang terjadi Selasa 15 September lalu ditaksir mencapai Rp 10 miliar. ''Data ini didapat setelah diadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat setempat,'' ujar Bupati Bengkalis, Fadlah Sulaiman di Pekanbaru, Kamis (17/9).

Kerugian itu termasuk terbakar-nya beberapa sepeda motor, kantor TNI AL, kantor Kamla, Babinsa Kota, Poliklinik serta Wartel.

Laporan yang berhasil dirangkum di lokasi maupun dari sebagian warga yang mengungsi di Pekanbaru menyebutkan suasana di Kota Bagansiapiapi Kamis malam masih terasa mencekam, akibat aliran listrik padam setelah jaringan PLN berkekuatan 20 KV hangus terbakar. Perbaikannya diperkirakan memerlukan waktu sebulan.

Sedangkan untuk mengatasi rawan pangan di daerah itu karena berbagai kebutuhan sulit diperoleh, mengingat pasar dan toko-toko ludes dibakar massa, Jumat siang Kakanwil Depsos Riau, Rustam Effendi memberikan bantuan dua ton beras dan uang Rp 2 juta kepada masyarakat setempat dan para korban kerusuhan. Sedangkan Korem 031/Wirabima menyiapkan dapur umum.

Begitu juga dengan Bakom Dumai menyumbang tiga ton beras, Deperindag Riau menyediakan delapan ton minyak goreng yang dijual Rp 4.500/kg khusus untuk daerah Bagansiapi-api dan sekitarnya, juga sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan menyumbang 20 ton beras beriktu gula, mie instan dan minyak goreng. (M-8/IS)

 


 

Last modified: 9/18/98